TerbitSultra.id_KONAWE – Sebanyak 518 Kepala Keluarga (KK) ditujuh keluaran yang dan di Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima bantuan sembako untuk warga terdampak Covid-19 dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe.
Bantuan itu diserahkan langsung oleh Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, di kantor Camat Unaaha. Tujuh kelurahan yang dimaksud yakni, Kelurahan Arombu, Latoma, Tumpas, Ambekairi, Asinua, Puunaaha dan Tobeu.
Penyaluran bantuan sembako tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam hal ini Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa kepada warga yang terdampak Covid-19.
Bantuan sembako yang diserahkan berupa beras, susu, mie instan, ikan kaleng dan makanan tambahan balita. Ini diberikan untuk mengurangi beban warga dimasa Pandemik.
Kery Saiful Konggoasa mengatakan, dengan bantuan sembako ini, dapat membantu warga ditengah sulitnya beban ekonomi yang diakibatkan merebaknya kembali kasus pasien positif Covid-19 di Konawe.
“Dari tujuh kelurahan di Unaaha sudah masuk klaster Arombu. Ditujuh kelurahan ini kita mulai batasi ruang gerak warganya. Tapi kita tidak melarang total, sebab ini juga menyangkut aspek ekonomi masyarakat juga,” katanya.
Saat ini, lanjut Kery, Pemda sudah melakukan pembatasan sosial skala kecil terkhusus bagi warga Kelurahan Arombu. Namun tidak menutup kemungkinan di wilayah yang terkoneksi dengan kelurahan Arombu juga akan diterapkan prosedur penanganan Covid-19 agar penularan virus tidak semakin meluas.
“Kita masih pelajari apakah kelurahan lainnya juga akan diisolasi,” tuturnya.
Bupati dua periode ini mengungkapkan, anggaran penanganan Covid kabupaten Konawe terbilang aman, bahkan hingga kini, anggaran penanganan Covid tersebut baru menghabiskan anggaran Rp. 3 Milyar dari Total Rp. 106 Milyar yang di persiapkan Pemkab Konawe.
“Anggaran Covid aman, Insya Allah dapat memenuhi kebutuhan warga yang terdampak corona,” pungkasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Dinas Sosial, Agus Suyono menjelaskan secara teknis dirinya telah melakukan assasment terhadap ketujuh kelurahan tersebut untuk pendistribusian sembako.
“Skema itu begini, di titik warga yang terkonfirmasi positif, jarak 50 Meter kiri kanan dan muka belakang dan sekitarnya, kami berikan sembako, seperti itu yang kami lakukan di lapangan,”jelasnya.
Dirinya berharap, bantuan pemenuhan kebutuhan pokok itu secara bertahap akan terus disalurkan kepada warga dengan menyesuaikan perkembangan penularan pandemi.
“Jadi ini khusus warga terdampak pandemi. Bukan bantuan reguler seperti PKH dan BPNT,” ujarnya.
Penulis : Ridwan





















