TERBITSULTRA.ID, KONAWE – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Dinas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat menggelar kegiatan ekspose100 hari kerja Penjabat (Pj) Bupati Konawe Harmin Ramba, di salah satu hotel di Kota Unaaha, Rabu (27/12/2023).
Ekspos kinerja PJ Bupati Konawe mengangkat tema “Mari Wujudkan Kab.Konawe Maju Mandiri Dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”, hadir dalam kegiatan itu Kapolres Konawe, Pabung Konawe, Ketua KPU Konawe, Sekda Konawe, perwakilan Kepala Bappeda Provinsi, Forkopimda, Camat, Lurah, Desa, Praktisi, LSM, Akademisi, hingga pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) wilayah setempat.
Dalam Ekspo Kinerja PJ Bupati Konawe ada beberapa hal yang dipaparkan diantaranya adalah upaya pengendalian inflasi Pj Bupati Konawe melakukan sidak kepasar-pasar serta melakukan pemantauan harga dan stok pangan pada tingkat produsen .
Memantau dan mengikuti perkembangan inflasi daerah melalui rapat koordinasi dengan tim penanggulangan inflasi daerah (TPID) bersama pemerintah pusat.
Selain itu, upaya pemerintah daerah dalam mengurangi kemiskinan ekstrim akibat kemarau panjang kerena dampak El – nino dan upaya- upaya yang dilakukan PJ Bupti Konawe angka inflasi turun manjadi 28,2 persen tahun 2023.
Upaya PJ Bupati Konawe menghadapai El Nino mengeluarkan kebijakan mitigasi pemanggilan bencana dalam tanggap darurat bencana kekeringan .
Beberapa kegiatan yang dilakukan PJ Bupati Konawe telah berkoordinasi dengan balai wilayah IV untuk membuka aliran air guna dapat mengairi persawahan diwilayah Konawe, sehingga tidak menyebabkan masyarakat Konawe mengalami kekeringan atau gagal panen .
Selain itu dalam pemenuhan air bersih pada masyarakat yang mengalami kekeringan Pj Bupati Konawe telah menginstruksikan penyediaan air bersih melalui badan penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kab.Konawe serta membangun sumur bor untuk menyediakan air bersih pada wilayah yang mengalami kekeringan.
Sedangkan, dalam rangka percepatan kemudahan berinvestasi Pj Bupati Konawe telah menerbitkan peraturan bupati terkait standar operasional pelayanan (SOP) serta meningkatkan sarana dan prasaran pada Mall Pelayanan Publik sehingga masyarakat lebih antusias dan lebih mudah memperoleh perizinan .
Kab.Konawe juga mendapatkan penghargaan dari komisi pemberantasan Korupsi sebagai desa percontohan anti korupsi Desa Ahuawatu, Kec.Pondidaha, dibawah kepemimpinan Pj Bupati Konawe Pemda Konawe meraih Penghargaan Pengelolaan DAK Fisik Terbaik Tahun 2023 dari Dirjen Perbendaharaan.
Sementara itu, dari sisi layanan kesehatan Kab.Konawe bisa mempertahankankan predikat Paripurna serta membawa BLUD RS Konawe menjadi rumah sakit pengampuan layanan perioritas KJSU rumah sakit rujukan untuk kanker, jantung, stroke, dan aruneforollogi ditahun 2024.
Dibawah kepemimpinan PJ Bupati Konawe Pemerintah Kab.Konawe telah menganggarkan bantuan sosial baik itu berupa hibah barang dan uang kepada masyarakat guna membantu dalam peningkatan perekonomian masyarakat.
Dengan adanya bantuan perekonomian untuk masyarakat di Kab.Konawe menurunkan angka indeks kedalam kemiskinan dari 2,86 persen menjadi 2,35 persen tahun 2023.
Serta penurunan indeks keparahan kemiskinan ekstrim dari 0,85 persen menjadi 0,60 persen di tahun 2023.
Penurunan angka prevelensi stunting diangkat 4,99 persen program ini telah memberikan dampak terhadap turunnya tingkat prevelensi stunting di Kab.Konawe diangka 4,9 persen dibulan November 2023.
PJ Bupati Konawe juga terus mengarahkan Kepada Aparatur Sipil Negara Se-Kab.Konawe untuk bersikap netral.
PJ Bupati Konawe juga telah menyelesaikan beberapa sengketa lahan diantaranya Polemik ganti rugi tanaman tumbuh antara warga Routa dan PT SCM, Konflik lahan Tawamelewe di Kec.Uepai, dan penyelesaian Ganti Rugi Tanaman Tumbuh di Bendungan Ameroro.
Dari capaian kinerja selama 100 hari PJ Bupati Konawe Harmin Ramba memiliki impian besar menjadikan Konawe sebagai daerah kota mandiri.
Dengan melakukan pemerataan dan pembangunan di Kab.Konawe antara lain:
1. Pembukaan dan pembangunan jalan poros Latoma Routa.
2. Merancang Blueprint pembangunan jangka panjang Kab.Konawe menjadi Kabupaten yang mandiri dan berdaya saing sehingga menjadi agrowisata dan industri atau kota padi.
3. Mendorong penyelesaian permasalahan agraris untuk memberi kepastian hukum bagi masyarakat dan investor.
4. Melakukan privatisasi badan usaha milik Daerah berorentasi pada pertanian dan industri pertambangan.
Pada kesempatan itu, Pj Bupati Konawe dalam sambutannya menyebut ada empat pilar Konawe menuju Kota Mandiri yakni Pertanian, Industri, Pariwisata dan Kalosara.
“Keempat pilar yakni Pertanian Konawe merupakan derah lumbung pangan Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Sedangkan, untuk industrialisasi Kata Harmin Ramba Kab.Konawe juga memiliki dua kawasan industri yang menjadi modal yang harus dimaksimalkan keberadaannya.
“Untuk Pariwisata, Kab.Konawe juga dianugerahi oleh keindahan alam serta daya tarik tersendiri yang masih belum banyak dimanfaatkan dan dikembangkan,” ujarnya.
Lanjut Harmin Ramba, berkaitan dengan Kalosara Kab.Konawe sebagai pusat kebudayaan Tolaki yang memiliki nilai-nilai budaya yang luhur dan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat.
Menurut Kepala Kesbangpol Sutra, Kab.Konawe menjadi Kota Mandiri, kota yang mampu menopang kebutuhannya dengan mengoptimalkan kemampuan sumber daya yang dimiliki.
Kepala Kesbangpol Sutra juga membeberkan beberapa program unggulan dalam mendukung kemandirian Kab.Konawe ditahun 2045 diantaranya, peningkatan akses Routa – Latoma, pengembangan kawasan Routa, Hirilisasi produk pertanian, Hirilisasi produk perkebunan minyak goreng, Hirilisasi produk pertambangan Baja, penataan kota Unahaa, penguatan Kab.Konawe sebagai lumbung pangan nasional, pengembangan pariwisata dalam agrowisata, pengembangan kawasan industri morosi dan perbaikan infrastruktur daerah.
“Untuk menjadikan kemandirian Kab.Konawe makna dan tujuan maka dibuatlah City branding Konawe Kota Padi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, selain visi Konawe yang Maju Mandiri dan berkelanjutan. Tentunya juga memiliki misi.
“Misinya adalah mewujudkan SDM yang berkualitas, mewujudkan perekonomian yang Inklusif dan berkelanjutan, mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang dinamis, meningkatkan ketahanan sosia budaya dan ekologi, ” pungkasnya. (Rls)
Laporan : Redaksi





















