TERBITSULTRA.ID_KONAWE – Baru-baru ini Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Guru Honorer Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 832 orang, di halaman kantor Dinas Pendidikan Kab.Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Beberapa hari setelah penyerahan SK, oknum guru pengangkatan P3K dihebohkan dengan adanya dugaan paraktek pungli yang terjadi di lingkaran Forum Guru P3K, bahkan terpublikasi melalui beberapa media online.
Dugaan punglinya berpariasi dari Rp.150.000 hingga Rp.200.000 yang diduga disetorkan kepada masing-masing koordinator kecamatan, dengan dalih biaya pengurusan administrasi percepatan pembayaran gaji dan THR para guru honorer P3K yang baru saja menerima SK pengangkatan.
Menanggapi dugaan terjadinya praktek pungli dilingkaran guru P3K melalui pemberitaan dibeberapa media online, salah satu oknun guru honorer P3K angkat bicara melalui rekaman Voice Mail yang dibagikan ke grup whatsapp.
Ia menyampaikan bahwa dirinya baru saja mendapat telepon dari Kadis Pendidikan untuk mengklarifikasi kepada beberapa media yang telah mempublikasi dugaan terjadinya pungli di lingkaran P3K Konawe.
“Kembalikanmi saja di 29 kecamatan dari pada saya di rong rong terus kalau memang masi ada yang ngeyel surumi berurusan sendiri biarmi kita tidak terima rapelan gaji sama THR, hanya perlu teman-teman ketahui dibeberapa instansi keuangan, bank BPD, BKD dan Diknas mereka merujuk di forum,” katanya.
“Supaya teratur terstruktur dan tersistematis pemberkasannya tidak ada lagi yang muncul satu-satu dan saya suda sampaikan namanya kita satu pintu biar ada bapamu disitu dan mamamu namanya tidak satu pintu jangan dilayani,” ungkap yang diduga ketua Forum Guru P3K Konawe, Haspian melalui voice mail yang dibagikan ke grup whatsapp masing-masing Korcam.
Melalui voice mail, oknum guru P3K ini juga mengancam akan mengobrak abrik salah satu oknum guru ASN inisial HI yang bertugas di Kec.Asinua Tua, atas pernyataan tersebut salah satu anggota PGRI Kecamatan Asinua menjadi geram dan merasa tersinggung dengan pernyataan tersebut.
“Keluarga besar PGRI Kec.Asinua tidak terima dengan adanya pengancaman terhadap salah satu anggota mau di obrak abrik,” tulis inisial JN yang juga sebagai wakil ketua PGRI Kec.Asinua dalam unggahan status Facebooknya sekitar pukul 15.00 wita.
Untuk diketahui, beberapa waktu yang lalu beberapa media online telah memberitakan adanya dugaan pungli yang terjadi di lingkaran guru honorer P3K dengan dalih biaya pengurusan administrasi, jumlahnya berpariasi dari Rp.150.000 hingga Rp.200.000.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada klarifikasi dan konfirmasi resmi dari instansi terkaid dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kab.Konawe, yang saat ini masi menjalankan tugas di luar kota.
Laporan : Rido

























