KONAWE, TERBITSULTRA.ID – Bupati Konawe, Yusran Akbar, ST, membuka kegiatan Temu Wicara Komisi Irigasi yang membahas penyusunan jadwal tanam, pola tanam, dan rencana pembagian air untuk Musim Tanam I, II, dan III Tahun 2026, pada Selasa, 25 November 2025.
Acara yang digelar di Balai Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, itu dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimcam, Bulog KC Unaaha, perwakilan kelompok tani, serta pengelola irigasi dari Zona 5 dan 6.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya manajemen irigasi yang terencana guna menjaga ketahanan pangan daerah. Ia menyebut temu wicara tersebut sebagai ruang koordinasi untuk menyamakan persepsi antara pemerintah, petani, dan pengelola jaringan irigasi.
Yusran menyoroti perlunya penyusunan jadwal tanam yang presisi agar distribusi air sepanjang tiga musim tanam 2026 dapat berjalan efektif. Perencanaan yang baik, kata dia, dapat mengurangi risiko kekurangan air di tingkat petani dan mengoptimalkan produksi pertanian, khususnya di wilayah irigasi Zona 5 dan 6.
Ia juga meminta agar pola tanam yang disepakati benar-benar mempertimbangkan kondisi lapangan, ketersediaan air, serta kesiapan sarana irigasi. Sinergi antara pemerintah daerah, UPTD irigasi, dan kelompok tani dinilainya menjadi faktor penting untuk mewujudkan tata kelola irigasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, para peserta turut membahas rencana pembagian air berdasarkan debit bendungan, kebutuhan tanaman, dan prediksi cuaca. Seluruh masukan akan dirumuskan menjadi rencana teknis untuk tiga musim tanam tahun depan.
Bupati menutup kegiatan dengan harapan agar hasil pertemuan menghasilkan keputusan strategis yang memberi manfaat langsung bagi petani. Ia berkomitmen memperkuat manajemen irigasi di seluruh wilayah Konawe guna mendorong peningkatan produktivitas pertanian.





















