TERBITSULTRA.ID, KONAWE — Warga Desa Lalohao, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mengeluhkan praktik pembuangan sekam padi di sepanjang saluran irigasi yang kemudian dibakar. Asap tebal dari pembakaran itu dinilai mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, saluran irigasi semestinya dijaga kebersihannya, bukan dijadikan tempat pembuangan limbah pertanian. Namun, tumpukan sekam padi justru dibiarkan menggunung di pinggir irigasi, lalu dibakar.
“Sekam padi itu banyak sekali. Saat dibakar, asapnya menyebar ke permukiman dan sangat mengganggu,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (11/1/2026).
Menurut dia, dampak pembakaran sekam padi tidak hanya menimbulkan bau menyengat, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan, terutama anak-anak. Asap pembakaran disebut menyebabkan batuk dan flu, sementara jemuran pakaian warga ikut berbau asap.
Warga meminta agar praktik serupa tidak kembali terulang. Mereka mendesak penanggung jawab saluran irigasi serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe untuk turun tangan.
“Kami minta DLH lebih tegas. Pengusaha penggilingan padi harus diingatkan agar tidak membuang sekam padi sembarangan, apalagi di pinggir saluran irigasi lalu dibakar,” kata warga yang enggan disebutkan namanya.
Ia juga meminta agar DLH memberikan teguran keras apabila di kemudian hari ditemukan kendaraan pengangkut gabah atau limbah sekam padi yang kembali membuang muatannya di lokasi serupa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan dan pembakaran sekam padi di sepanjang saluran irigasi Desa Lalohao tersebut. Namun warga berharap pemerintah daerah tidak menunggu insiden serupa terulang sebelum bertindak.





















