TERBITSULTRA.ID, KONAWE – Kabar seorang anak asal Kabupaten Konawe bernama Doni Alamsyah siswa SMA 1 Unaaha yang tidak lolos seleksi karena diduga tidak sesuai mekanisme sangat menyayat hati seorang ibu yang bernama Samsuani.
Keluh kesahnya diungkapkan melalui media sosial Facebook sehingga menjadi perhatian netizen bahkan sekretaris KNPI Kab.Konawe ikut angkat bicara, Refaldi Ferdiand sangat kecewa dengan tindakan yang di lakukan oleh pihak panitia seleksi paskibraka di Sulawesi Tenggara.
Mestinya kata dia, seleksi paskibraka ini harus benar objektif dan selektif dalam pemilihan tersubut yang akan mewakili Sultra di tingkat Nasional, jika tidak ini akan menjadi bahaya besar, sebab yang terpilih tidak berdasarkan kemanpuan yang telah di tetapkan oleh Panitia. Tapi hanya berdarkan Lobi-Lobi dan kedekatan personal saja.
“Semoga saja yang di pilih benar-benar punya kemanpuan kalau tidak kan bisa memalukan nama daerah di tingkat Nasional,” ungkapnya.
Selaku Sekretaris KNPI Kab.Konawe Refaldi meminta semestinya panitia terbuka ke publik, membuka semua hasil penilaian agar masyarakat tahu dan pelajar se Sultra tidak pesimis untuk mengikuti setiap kegitan.
“Kami meminta juga panitia Nasional untuk segera mengevalusi hasil tersebut,” tutupnya.
Laporan: Redaksi





















