• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Minggu, Desember 14, 2025
Berita Terkini & Terupdate Sulawesi Tenggara
  • Home
  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Tokoh
  • Hukrim
  • Politik
  • Warta Desa
  • Terupdate
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Tokoh
  • Hukrim
  • Politik
  • Warta Desa
  • Terupdate
No Result
View All Result
Berita Terkini & Terupdate Sulawesi Tenggara
No Result
View All Result

Lokasi Desa Waturambaha Masi Berstatus Kawasan Hutan, Warga Minta Penurunan Status

Admin by Admin
0
Lokasi Desa Waturambaha Masi Berstatus Kawasan Hutan, Warga Minta Penurunan Status
0
SHARES
92
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

TERBITSULTRA.ID, KONUT – Ratusan k
Kepala Keluarga (KK) di Desa Waturambaha Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara mulai risau, pasalnya pemukiman yang mereka tempati selama puluhan tahun itu ternyata masuk dalam areal kawasan hutan, sementara lokasi tersebut pemberian Kementrian Sosial.

Menurut warga setempat, lokasi perumahan dan perkebunan tersebut merupakan penetapan dari pemerintah, relokasi warga dari pulau Labengki besar.

Kerisauan kini dirasakan warga Waturambaha, ketika lokasi pemukimannya ditetapkan sebagai kawasan hutan.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) pun enggan menerbitkan sertifikat tanah warga, karena terganjal status tanah yang berada di atas kawasan hutan.

BacaJuga

AMPPK Peringatkan Ancaman “Bencana yang Tinggal Menunggu Waktu” di Kolaka

Aksi Damai Berujung Kekerasan: Konsorsium Insan Pergerakan Sultra Kecam Represi Aparat di PN Kendari

“Setelah dibuka peta, BPN tidak mau, kecuali status kawasannya diturunkan terlebih dahulu. Baru bisa ada sertifikat,”kata Wakir warga Desa Waturambaha dalam rilis yang diterima redaksi media ini, Jum’at malam 29 September 2023.

Wakir merupakan salah satu dari ratusan KK yang pemukimannya berada di atas kawasan. Dia kemudian menceritakan awal mula mereka dipindahkan di Desa Waturambaha, yang sebelumnya pemukiman tersebut bernama Pasir Panjang.

Pada tahun 1996-1997, Pasir Panjang (Waturambaha), ditetapkan menjadi sebuah perkampungan program Kementerian Sosial.

“Tahun 1998 dijadikan sebagai desa persiapan. Ini lahan sudah terbagi habis kepada masyarakat dengan pembagian lokasi pekarangan rumah 35 meter, ditambah lahan dua untuk perkebunan masing-masing 2 hektar per KK,” cerita Wakir kepada awak media.

Warga kini dibuat bingung, status pemukiman warga saat program sosial turun adalah kawasan hutannya telah diturunkan menjadi area penggunaan lain (APL). Belakangan dalam perjalanan status lahan pemukiman dan perkebunan warga, kembali menjadi kawasan hutan.

“Kita juga ini bingung sama pemerintah, kita dipanggil tinggal di sini. Ini yang buat kami kecewa,”keluhnya.

Bukan hanya pemukiman dan perkebunan warga. Rupanya fasilitas pemerintah seperti bangunan sekolah juga berada di atas tanah kawasan hutan produksi terbatas (HPT).

“Kami sangat kecewa, bukan saja lahan dua yang dibagikan, sedangkan ini lokasi rumah kami saja berada di atas kawasan hutan. Jadi kami tunggu saja diusir dari kehutanan,”kata Wakir dengan nada lesu.

Keluhan yang sama juga dirasakan Muslimin. Dia bersama keluarga menempati perkampungan itu sejak tahun 1997 melalui program dari Kementrian Sosial. Puluhan tahun bermukim, ternyata lahan perkebunan yang diberikan oleh Kementrian Sosial berada di atas kawasan hutan produksi terbatas.

“Waturambaha dulu itu tempatnya di pulau Labengki besar. Baru kami dipindahkan di sini,”ungkapnya.

Kegundahan hati turut mengganjal warga lainnya, Halim. Rumah tempat bernaung keluarga belum mendapatkan legalitas resmi dari Badan Pertanahan Nasional. Alasan status tanah yang masih berada diatas HPT menjadi penyebab utamanya.

“Kita mau urus sertifikat, tidak bisa. Kecuali diturunkan dulu status hutannya,” ujar pria 43 tahun itu.

Wakir, Muslimin dan Halim mewakili ratusan kepala keluarga yang tersandera status hutan. Mereka berharap pada Kementerian Kehutanan untuk menurunkan status hutan tempat pemukiman dan perkebunan warga. Agar kerisauan dan kegundahan hati warga dapat terobati.

Pada umumnya, warga Waturambaha sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, bahkan sebagai warga memilih menjadi karyawan perusahaan pertambangan yang berada di desa mereka.

“Kami berharap supaya polemik ini secepatnya selesai. Kasian kami warga yang sudah dipindahkan di sini, baru kami tidak nyaman tinggal gara-gara tanah masih berstatus hutan produksi terbatas,”pungkasnya.

Editor: Redaksi

Previous Post

PJ Bupati Konawe Pimpin Giat Jumat Bersih Penebangan Pohon Trambesit

Next Post

Wujudkan Masyarakat Paham Informasi Kominfo Konawe Bentuk KIM

Related Posts

AMPPK Peringatkan Ancaman “Bencana yang Tinggal Menunggu Waktu” di Kolaka
Daerah

AMPPK Peringatkan Ancaman “Bencana yang Tinggal Menunggu Waktu” di Kolaka

by Admin
0

KOLAKA, TERBITSULTRA.ID – Suara peringatan keras datang dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Kolaka (AMPPK) yang menilai aktivitas pertambangan lokal...

Read more
Aksi Damai Berujung Kekerasan: Konsorsium Insan Pergerakan Sultra Kecam Represi Aparat di PN Kendari

Aksi Damai Berujung Kekerasan: Konsorsium Insan Pergerakan Sultra Kecam Represi Aparat di PN Kendari

Muh. Akbar Tutup Usia: Wafat Usai Hadiri Acara Keluarga, Pemkab Konawe Berduka

Muh. Akbar Tutup Usia: Wafat Usai Hadiri Acara Keluarga, Pemkab Konawe Berduka

Sambut Hakordia 2025, HIMA Konawe Siapkan Seminar Nasional Bareng KPK RI

Sambut Hakordia 2025, HIMA Konawe Siapkan Seminar Nasional Bareng KPK RI

Kelompok Tani Padaidi Panen Jagung Pakan di Langgonawe, Polsek Wonggeduku Beri Pendampingan

Kelompok Tani Padaidi Panen Jagung Pakan di Langgonawe, Polsek Wonggeduku Beri Pendampingan

Next Post
Wujudkan Masyarakat Paham Informasi Kominfo Konawe Bentuk KIM

Wujudkan Masyarakat Paham Informasi Kominfo Konawe Bentuk KIM

BERITA TERKINI

AMPPK Peringatkan Ancaman “Bencana yang Tinggal Menunggu Waktu” di Kolaka

AMPPK Peringatkan Ancaman “Bencana yang Tinggal Menunggu Waktu” di Kolaka

Aksi Damai Berujung Kekerasan: Konsorsium Insan Pergerakan Sultra Kecam Represi Aparat di PN Kendari

Aksi Damai Berujung Kekerasan: Konsorsium Insan Pergerakan Sultra Kecam Represi Aparat di PN Kendari

Muh. Akbar Tutup Usia: Wafat Usai Hadiri Acara Keluarga, Pemkab Konawe Berduka

Muh. Akbar Tutup Usia: Wafat Usai Hadiri Acara Keluarga, Pemkab Konawe Berduka

Sambut Hakordia 2025, HIMA Konawe Siapkan Seminar Nasional Bareng KPK RI

Sambut Hakordia 2025, HIMA Konawe Siapkan Seminar Nasional Bareng KPK RI

Kelompok Tani Padaidi Panen Jagung Pakan di Langgonawe, Polsek Wonggeduku Beri Pendampingan

Kelompok Tani Padaidi Panen Jagung Pakan di Langgonawe, Polsek Wonggeduku Beri Pendampingan

Sentra KI Konawe Hadir, Jadi Ruang Baru UMKM Menjaga Karya dan Menguatkan Identitas Produk

Sentra KI Konawe Hadir, Jadi Ruang Baru UMKM Menjaga Karya dan Menguatkan Identitas Produk

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mengetahui Lebih Dekat Biodata Kery Saiful Konggoasa

Mengetahui Lebih Dekat Biodata Kery Saiful Konggoasa

Diduga Tabrak Aturan Belasan ASN PPPK Nakes Konawe Pindah Tugas Gunakan Rekomendasi Titipan Kerja Sementara

Diduga Tabrak Aturan Belasan ASN PPPK Nakes Konawe Pindah Tugas Gunakan Rekomendasi Titipan Kerja Sementara

Tanpa Pungut Biaya Satlantas Polres Konawe Himbau Masyarakat Untuk Mengambil Kendaraannya

Tanpa Pungut Biaya Satlantas Polres Konawe Himbau Masyarakat Untuk Mengambil Kendaraannya

Warga Desa Lambangi Klarifikasi Postingan FB Soal Penculikan Anak, Ternyata tidak Benar

Warga Desa Lambangi Klarifikasi Postingan FB Soal Penculikan Anak, Ternyata tidak Benar

ASN P3K Nakes Belum Terima SK, Begini Tanggapan Kepala BKPSDM Konawe

ASN P3K Nakes Belum Terima SK, Begini Tanggapan Kepala BKPSDM Konawe

Sembunyi Sabu Dalam Dompet Pemuda Asal Wawotobi Diamankan Polisi

Sembunyi Sabu Dalam Dompet Pemuda Asal Wawotobi Diamankan Polisi

Now Is the Time to Think About Your Small-Business Success

Now Is the Time to Think About Your Small-Business Success

0
Now Is the Time to Think About Your Small-Business Success

Spring Fashion Show at the University of Michigan Has Started

0
Now Is the Time to Think About Your Small-Business Success

The Top 10 Tech Events that You Don’ Want to Miss this Summer

0
Now Is the Time to Think About Your Small-Business Success

Sneak Peak: Best Smart Home Gadgets & Features of 2020

0
Now Is the Time to Think About Your Small-Business Success

This New Breakthrough Phone Camera Company Has Arrived

0
Now Is the Time to Think About Your Small-Business Success

Discover the Most Magical Sunset in Santorini

0
AMPPK Peringatkan Ancaman “Bencana yang Tinggal Menunggu Waktu” di Kolaka

AMPPK Peringatkan Ancaman “Bencana yang Tinggal Menunggu Waktu” di Kolaka

Aksi Damai Berujung Kekerasan: Konsorsium Insan Pergerakan Sultra Kecam Represi Aparat di PN Kendari

Aksi Damai Berujung Kekerasan: Konsorsium Insan Pergerakan Sultra Kecam Represi Aparat di PN Kendari

Muh. Akbar Tutup Usia: Wafat Usai Hadiri Acara Keluarga, Pemkab Konawe Berduka

Muh. Akbar Tutup Usia: Wafat Usai Hadiri Acara Keluarga, Pemkab Konawe Berduka

Sambut Hakordia 2025, HIMA Konawe Siapkan Seminar Nasional Bareng KPK RI

Sambut Hakordia 2025, HIMA Konawe Siapkan Seminar Nasional Bareng KPK RI

Kelompok Tani Padaidi Panen Jagung Pakan di Langgonawe, Polsek Wonggeduku Beri Pendampingan

Kelompok Tani Padaidi Panen Jagung Pakan di Langgonawe, Polsek Wonggeduku Beri Pendampingan

Sentra KI Konawe Hadir, Jadi Ruang Baru UMKM Menjaga Karya dan Menguatkan Identitas Produk

Sentra KI Konawe Hadir, Jadi Ruang Baru UMKM Menjaga Karya dan Menguatkan Identitas Produk

Berita Terkini & Terupdate Sulawesi Tenggara

Indeks berita terbaru hari ini. Memuat berita Daerah, Ekonomi Bisnis, Kesehatan, Pendidikan, Budaya, Wisata, Kuliner, Opini, Tokoh, dll. Disajikan secara akurat dari sumber terpercaya

Ikuti Kami

Kategori Populer

  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Terupdate
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Warta Desa
  • Wisata

Berita Terbaru

AMPPK Peringatkan Ancaman “Bencana yang Tinggal Menunggu Waktu” di Kolaka

AMPPK Peringatkan Ancaman “Bencana yang Tinggal Menunggu Waktu” di Kolaka

Aksi Damai Berujung Kekerasan: Konsorsium Insan Pergerakan Sultra Kecam Represi Aparat di PN Kendari

Aksi Damai Berujung Kekerasan: Konsorsium Insan Pergerakan Sultra Kecam Represi Aparat di PN Kendari

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2020 Portal Berita www.TerbitSultra.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Ekonomi Bisnis
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Budaya
  • Wisata
  • Kuliner
  • Opini
  • Tokoh
  • Hukrim
  • Politik
  • Warta Desa
  • Terupdate

Copyright © 2020 Portal Berita www.TerbitSultra.id