TERBITSULTRA.ID, KONAWE – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, jajaran kepolisian di Konawe mulai memetakan potensi gangguan keamanan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah maraknya balap liar di Jalan Poros Wonggeduku–Kendari, jalur penghubung yang saban malam berubah fungsi menjadi arena adu kecepatan.
Kapolsek Wonggeduku, Iptu Mustamin, SH.,MH mengatakan pihaknya mengajak masyarakat terlibat aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sejak sebelum hingga selama Ramadan.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat berperan aktif menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Menurut Mustamin, aksi balap liar bukan sekadar pelanggaran lalu lintas. Aktivitas itu membahayakan pelaku, pengguna jalan lain, serta berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat. Jalan poros yang seharusnya menjadi urat nadi mobilitas warga justru kerap berubah menjadi lintasan tak resmi.
“Ini menjadi atensi kami dan akan kami tindak tegas. Selain membahayakan keselamatan, balap liar sangat meresahkan,” katanya.
Instruksi pengamanan juga datang dari Kapolres Konawe, AKBP. Noer Alam. Ia meminta seluruh polsek meningkatkan patroli dan langkah preventif guna memastikan situasi tetap terkendali selama Ramadan.
Ramadan di Konawe saban tahun identik dengan meningkatnya aktivitas warga pada malam hari mulai dari ibadah tarawih hingga kegiatan sahur.
Di sisi lain, momentum ini kerap dimanfaatkan sebagian remaja untuk berkumpul hingga larut, yang tak jarang berujung pada balap liar.
Kepolisian berharap sinergi dengan tokoh masyarakat, orang tua, dan pemuda dapat menekan potensi gangguan kamtibmas.
“Kami ingin Ramadan berjalan khusyuk, aman, dan tertib sampai Idulfitri nanti,” ujarnya.
Bagi aparat, menjaga keamanan selama bulan suci bukan hanya soal penindakan, melainkan juga pencegahan. Tantangannya: memastikan jalan raya tetap menjadi ruang aman bagi semua, bukan arena adu nyali.





















