TERBITSULTRA.ID, KONAWE – Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), dan Kepala Bidang (Kabid) Guru Tenaga Pendidikan (GTK) diduga lempar batu soal sorotan dugaan pungli Insentif Dacil Guru daerah terpencil.
Saat di konfirmasi Kadis Dikbud Konawe, Suryadi mengatakan, pihaknya tidak tau menau terkait dugaan pungli insentif dacil yang terjadi di instansinya, ia juga mengatakan insentif dacil berganti nama menjadi tunjangan khusus, yang diberikan kepada setiap guru yang mengajar di sekolah terpencil.
“Tidak tau menau saya soal itu, coba konfirmasi saja dibidangnya,” ujar Suryadi, Rabu (16/5/2025).
Kepala Bidang (Kabid) GTK Dikbud Konawe, Asran Lasahari saat dikonfirmasi melalui vhia whastapp terkait dugaan pungli ini, tidak memberikan komentar apapun.
Namun disisi lain oknum Kepala Sekolah yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa ia sering mengumpul dana dari setiap guru yang menerima tunjangan khusus di sekolahnya. Dana tersebut disetorkan ke Dikbud Konawe namun ia tidak menyebutkan sama siapa yang menerima dana tersebut.
Oknum KS yang enggan disebutkan namanya ini juga menjelaskan setiap guru biasanya menyetor sebanyak Rp 2.000.000. Namun ada juga beberapa oknum Kepala Sekolah yang menaikan tarif setoran sebanyak Rp 4.000.000 setiap guru.
“Kalau sama saya yang biasa mereka setor paling Rp 2.000.000 per orang, tapi ada beberapa Kepala Sekolah biasa mereka minta sampai Rp.4.000.000,” jelasnya.
Diduga para kepala sekolah menjadi korban pungli salah satu oknum Dikbud Konawe, dengan alasan uang ucapan terimakasih karena sudah diurus untuk mendapatkan tunjangan khusus daerah terpencil, jika benar dana tersebut di setor ke salah satu oknum Dikbud Konawe, mengalir kemana dana tersebut.
Laporan : Redaksi




















