TERBITSULTRA.ID, KONAWE – Jumlah pasien anak di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Konawe meningkat drastis. Berbagai penyakit seperti Demam Berdarah (DBD), radang paru, diare, tipes, dan campak menjadi fokus penanganan. Pasien dewasa juga dirawat dengan kondisi seperti asam lambung dan demam.
Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) BLUD RS Konawe, Ns Supriadi, S.Kep, menjelaskan bahwa lonjakan pasien terjadi pada pasien anak.
Lebih dari dua puluh pasien anak masih belum mendapatkan tempat tidur atau ruangan, sedangkan tiga puluh pasien lainnya telah diberikan tempat.
Beberapa pasien anak juga dititipkan di ruang pasien dewasa. Jumlah tempat tidur di rumah sakit mencapai lebih dari 200.
“Dalam Minggu terakhir, terdapat sekitar 10 pasien demam berdarah. Namun, tidak semuanya datang karena demam berdarah. Ada juga yang datang dengan keluhan diare. Saat ini, ada sekitar 39 orang yang belum mendapatkan ruangan. Di IGD, ada 25 tempat tidur dengan tambahan 10 tempat tidur darurat. Selain itu, ada juga yang ditempatkan di kursi,” ungkapnya, Kamis (22/2/2024).
Supriadi menambahkan bahwa sebagai antisipasi, ruangan yang biasanya digunakan untuk bersalin dimodifikasi menjadi tempat penitipan pasien umum.
Semua ruang bersalin digabungkan menjadi satu, tempat menitipkan pasien anak dan dewasa yang belum mendapatkan kamar. Namun, pasien yang mengidap penyakit menular tetap diisolasi.
“Kami memodifikasi ruang bersalin untuk menampung pasien umum yang belum mendapatkan kamar. Pasien yang menular tetap diisolasi,” jelasnya.
Kepala Humas BLUD Kab.Konawe dr.Abdi membenarkan jika terjadi lonjakan pasien lebih dari normal, untuk mengantisipasi pihak RS menambah extra bet di ruangan IGD dari 25 bet yang tersedia ditambah 10 menjadi 35, juga memperhatikan pasien yang bisa rawat jalan dan pasien yang bisa rawat inap.
“Penyakit yang mendominasipun masih bisa di kontrol meski kondisi ruangan yang ful dan pasilitas tempat tidur yang kurang memadai,” ujarnya melalui telepon seluler.
Direktur BLUD RS Konawe saat di konfirmasi terkait membludaknya pasien di RS tersebut, namun sedang menghadiri kegiatan di luar daerah.
Diketahui rumah sakit telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk bisa memanfaatkan puskesmas terdekat rawat inap yang ada, agar pasien yang masih dapat dirawat di puskesmas bisah diditangani terlebih dahulu, kecuali jika membutuhkan spesialis atau pemeriksaan laboratorium, baru dirujuk ke BLUD Kabupaten Konawe.
Laporan : Redaksi





















