TerbitSultra.id_KONAWE – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe, ambil alih perekrutan tenaga kerja di dua perusahaan besar yang terletak di Kecamatan Morosi, yakni PT Virtue Dragon Nickle Industry (VDNI) dan Opsidian Stainlies Stelk (OSS). Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara, usai pertemuan dengan managemen perusahaan, Kamis (2/7/2020).
Dalam pertemuan itu Gusli menuturkan, Pemda Konawe membahas tentang perekrutan tenaga kerja, dimana kedua belah pihak bakal bekerja sama dan membuat nota kesepahaman atau MoU terkait kesepakatan tersebut.
Rencananya tanggal 6 Juli 2020 mendatang Gusli akan menandatangani MoU dengan pihak perusahaan, yakni VDNI dan OSS. MoU tersebut kata GTS, dilakukan untuk memperbaiki penataan dalam perekrutan tenaga kerja.
“Poin-poin draf MoU-nya cukup banyak. Nanti akan diumumkan saat penandatanganan,” ungkapnya.
Orang nomor dua di Konawe itu menjelaskan, perekrutan tenaga kerja nantinya akan dibagi menjadi 7 klaster. Klaster pertama, meliputi tiga kecamatan yang ada di daerah lingkar industri. Klaster kedua, yakni 9 kecamatan yang dekat dengan daerah industri. Klaster ketiga akan meliputi 18 kecamatan lainnya di Konawe.
Kemudian, klaster keempat meliputi daerah daratan dan klaster kelima meliputi seluruh daerah kepulauan di Sultra. Selanjutnya untuk klaster keenam mencakup wilayah Sulawesi, serta klaster ke tujuh menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
“Tekait perekrutan tenaga kerja tadi sudah ada kesepakatan. Drafnya kita sudah siapkan. Tinggal kita tandatangani antara pihak Pemda dengan VDNI dan OSS,” ungkap GTS.
Mantan Ketua DPRD Konawe itu menjelaskan, pihaknya nanti akan menggunakan kode khusus dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Konawe terkait pembagian klaster. Khususnya, khususnya pada klaster satu, dua dan tiga yang merupakan wilayah kecamatan se-Kabupaten Konawe. Itu bertujuan merapikan kuota perekrutan tiap klaster.
“Kita juga meminta kepada perusahaan untuk memberitahukan kualifikasi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Sekaligus data usianya. Mereka juga akan dibagi atas dua kelompok, yakni yang punya skill dan non-skill,” jelasnya.
Saat ditanya berapa jumlah tenaga kerja yang akan diterima di VDNI dan OSS, GTS mengatakan ada sekira tiga hingga empat ribu orang. Jumlah kuotanya nanti akan dibagi per klaster dengan memprioritaskan warga Konawe.
“Nanti secara teknis administrasi pemerintahan akan kita ambil alih. Misalnya seperti data kependudukan dan spesifikasinya. Sementara perusahaan akan menangani (perekrutan, red) sesuai yang dibutuhkan,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan dari manajemen VDNI dan OSS, Yin Xing Hui mengapresiasi langkah Pemda yang mau terlibat dalam perekrutan tenaga kerja. Ia menilai, kerja sama ini sangat positif.
“Beberapa kali kami sudah berusaha merapikan sistem rekrutmen dan Pemda membuat usulan tentang itu,” ujarnya melalui penerjemah.
Untuk diketahui, keterlibatan Pemda dalam perekrutan tenaga kerja di Morosi salah satunya bertujuan untuk memutus matarantai pungutan liar (Pungli). Sebagaimana sering terdengar, ada oknum yang memungut biaya hingga jutaan rupiah untuk setiap orang yang akan masuk bekerja di VDNI dan OSS. GTS sendiri menegaskan untuk perekrutan kali ini tidak ada lagi pungli.
Karya:Ridwan

























