TerbitSultra.id_KONAWE – Guna mempercepat hasil tes swab untuk calon Tenaga Kerja Lokal (TKL), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe resmi mendatangkan mobil laboratorium untuk pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR), Jumat (2/10/2020).
Bahkan, bukan hanya untuk para calon TKL saja, tetapi untuk seluruh masyarakat Konawe dalam menghadapi penyebaran pandemi Covid-19 yang semakin meningkat.

Mobil laboratorium PCR tersebut pertama ada di Sultra dan ini adanya di Kabupaten Konawe, mobil ini digunakan untuk mempercepat tes swab dan mendeteksi paparan virus korona. Kecepatan pemeriksaan dan hasil yang didapatkan akan sangat mempengaruhi penanganan pandemi Covid-19, khususnya di Konawe.
Mobil tersebut merupakan hasil MoU kerjasama operasional antara Pemda Konawe dan PT Lentera Healthcare dalam rangka menanggulangi Virus Corona di Kabupaten Konawe khususnya.
Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara menuturkan, tujuan sebenarnya Pemda Konawe adalah untuk lebih secarah dini mengetahui hasil swab para pasien dan calon TKL yang akan bekerja di perusahaan PT Virtue Dragon Nikel Industry VDNI dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Kecamatan Morosi, Konawe. Kata dia, selama ini, tes swab itu biasanya 4 sampai 5 hari itu baru keluar hasilnya.
“Dengan adanya mobil PCR yang mobile ini, maka hasilnya bisa lebih cepat kita ketahui. Sehingga yang bersangkutan bisa cepat kita tangani dengan cara diisolasi, maupun secara isolasi mandiri,” ujarnya.
“Sebelumnya, sampel swab kita masih mengirim ke RS bahteramas dan hasilnya keluar 4 sampai 5 hari, ini bisa 3 jam saja keluar hasilnya. Biayanya tergolong murah yakni Rp600 ribu dibandingkan ditempat lain yang biayanya mulai Rp750 ribu hingga 2 jutaan. Ini sangat membantu terutama bagi calon tenaga kerja lokal yang mendaftar di PT VDNI dan OSS Morosi,” ungkap orang nomor dua di Konawe ini.
Mantan ketua DPRD Konawe tersebut menjelaskan, bentuk KSO dengan perusahaan terkait tidak terbatas waktu bahkan kika test swab mencapai 15 ribu pemeriksaan, mobil lab beserta alatnya tersebut akan menjadi milik pemda Konawe ke depannya.
“Untuk wilayah se-sulawesi baru pemda Konawe yang punya mobil PCR ini. Di indonesia, baru tiga yang miliki mobil PCR ini, yaitu Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Kita (Sultra-red),” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit (RS) Konawe, Kepala BLUD RS Konawe, dr. H. M. Agus Lahida mengatakan, untuk tarif Swab PCR itu sebesar Rp 600 ribu untuk setiap tes.
“Tarif tes swab tersebut berlaku secara umum, tidak ada perbedaan tarif antara karyawan ataupun masyarakat umum. Tarifnya itu Rp 600 ribu, berlaku secara umum,” katanya.
Penulis : Ridwan





















