TERBITSULTRA.ID, KONAWE – Perdana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe launcing penggunaan Absensi Elektronik Sistem Sidik Jari Bagi Guru, Tenaga Pendidik dan siswa SMP Negeri 1 Wonggeduku di Desa Puday, Kecamatan Wonggeduku Barat, Konawe, Jumat (23/2/2024).

Kepala Sekolah (KS) SMP Negeri 1 Wonggeduku, Sutijab,S.Pd,MA Ed mengatakan penggunaan absensi elektronik sistem sidik jari bagi guru, tendik dan siswa ini untuk mengontrol kehadiran guru dan lebih mengontrol siswa agar epektif dalam melakukan pelaksanaan proses pembelajaran, juga tidak berkeliaran di jam sekolah tanpa diketahui oleh guru.

“Dari 67 sekolah satuan pendidikan SMP di Kab.Konawe baru SMPN 1 Wonggeduku yang pertama menggunakan absensi elektronik sistem sidik jari yang lebih di fokuskan kepada siswa dan siswi, harapannya dengan adanya absen elektronik ini bisa membangkitkan semangat belajar siswa disaat proses belajar mengajar dan membatasi ruang gerak siswa yang tidak terlalu penting di jam sekolah,” ujarnya.
Ketua Komite SMPN 1 Wonggeduku, Umar Dema, S.Sos, MM, saat menyampaikan sambutan mengatakan dirinya sangat mengapresiasi inovasi yang telah dibuat oleh kepala sekolah SMPN 1 Wonggeduku, dengan adanya inovasi tersebut bisa mengembalikan marwah sekolah yang selama ini kurang menonjol, dan memang tidak bisa dipungkiri kepemimpinan sebelumnya kurang menampilkan perubahan.

“Biasanya setiap adanya kegiatan sekolah komite selalu dilibatkan, namun pemimpin sebelumnya tidak perna melibatkan komite disaat adanya kegiatan sekolah, bahkan komite ini seperti tidak ada dipermukaan, namun setelah adanya kepala sekolah yang baru kami berharap agar bisa mengembalikan citra dan marwah sekolah SMPN 1 Wonggeduku seperti tahun-tahun sebelumnya,” inginnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe, Dr.Suryadi, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya juga memberikan apresiasi yang sangat luar biasa atas inovasi Kepala Sekolah bersama jajarannya, Komite dan Camat Wobar, Pengawas sekolah SMP serta orang tua siswa yang telah mendukung KS dalam merencanakan dan mendesain inovasi absensi elektronik untuk siswa ini.
Dijelaskan, absensi elektronik ini sudah bukan hal yang asing lagi, namun untuk disatuan pendidikan SMP Negeri, sekolah pertama yang menggunakan absensi elektronik perdana SMPN 1 Wonggeduku yang menggunakan absensi elektronik untuk siswa, hal ini termotivasi dengan adanya laporan karena adanya guru penerima sertifikasi yang meninggalkan tugas lalu membayar guru honor untuk menggatikannya mengajar hanya karena kepentingan pribadi yang harus dikerjakan.
“Sehingga dasar hukum pengadaan absensi elektronik ini berupa instruksi dari Dinas Pendidikan, dan itu benar. Supaya bisa meningkatkan kedisiplinan guru dan tenaga kependidikan lainnya utamanya siswa agar lebih epektif dalam proses belajar, dan tendik bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat jika ada urusan yang menyangkut sekolah,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu juga Kepala Dinas Pendidikan memberikan apresiasi yang sangat luar biasa dengan tampilnya beberapa siswa pidato singkat tiga bahasa dengan tema “Pentingnya Belajar”, yakni bahasa Indonesia, Inggris dan bahasa Tolaki.
“Luar biasa ini siswa siswi yang tampil berpidato dengan tiga bahasa, ketiga ananda ini adalah aset yang luar biasa, tinggal di poles dengan baik, pidato menggunakan bahasa tolaki ini harus dijaga karena menyangkut dengan kearifan lokal kita, meski di era globalisasi tetap kita sama-sama menjaga dan jangan kita lupa yang namanya kearifan lokal,” tutupnya.
Ketiga siswa SMP Negeri 1 Wonggeduku yang tampil pidato dengan tiga bahasa yakni, Qaifaazzahramadani kelas 8 C pidato menggunakan bahasa tolaki, Divaamiracrystal kelas 9 B menggunakan Bahasa Inggris dan Nazwaalyaramadani kelas 9 B menggunakan bahasa Indonesia. Siswa siswi di sekolah tersebut juga dilatih untuk menjadi MC, momen acara tersebut dipandu langsung oleh salah satu siswa SMPN 1 Wonggeduku.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe, Dr.Suriyadi,S.Pd, M.Pd, Camat Wonggeduku Barat Tira Liambo, S.Kom, M.Pd, Kepala UPTD Puskesmas Wonggeduku Barat Hj. Rosnani, S.Km, M.Kes, Anggota DPRD Kab.Konawe sekaligus Ketua Komite SMPN 1 Wonggeduku Umar Dema, S.Sos.MM, Pengawas Satuan Pendidikan SMP, Guru dan orang tua murid.
Laporan : Redaksi





















