TerbitSultra.id_KONAWE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyerahkan bantuan program inovasi Gerakan Sedekah Sehari Seribu (Geser) kepada siswa kurang mampu dan berprestasi sebagai salah satu aksi nyata untuk mewujudkan Konawe Gemilang.
Program GESER yang digagas oleh Dikbud Konawe ini merupakan gerakan sosial amaliah dan edukasi yang dilakukan oleh pegawai Dikbud Konawe, Kepala Sekolah (Kepsek), guru, siswa, orang tua siswa, tokoh masyarakat, pihak swasta, bank, komunitas sosial pendidikan,dan stakeholder lainnya.
Kepala Dikbud Konawe Dr. Suriyadi, S.Pd., M.Pd menjelaskan, program Geser merupakan akronim dari Gerakan Sedekah Sahari Seibu (Geser) yang tujuannya untuk membantu siswa yang kurang mampu dan berprestasi.
Donasi yang terkumpul lewat program ini, kata Suriyadi, sudah dirasakan manfaatnya oleh 266 siswa kategori miskin dan berprestasi, yakni jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kabupaten Konawe.
“Sebulan usai di launching pada 7 Agustus 2020 lalu, uang yang terkumpul lewat program inovasi GESER ini mencapai RP 58 juta. Nominal ini terkumpul dari 275 sekolah yang sudah berprestasi dari total 571 lembaga pendidikan formal dan non formal yang ada di Kabupaten Konawe. Sebagian sekolah belum terlihat dikarenakan kesulitan akses akibat dari Covid-19 ini,” tuturnya.
Pada dasarnya, lanjut Suriyadi, di Kabupaten Konawe masih ada sebagian besar siswa yang kurang mampu yang belum berkesempatan mendapat bantuan ,seperti bantuan PIP dari pusat.
“Atas dasar ini program Geser 1.000 bisa menjadi solusi. Gagasan ini merupakan inovasi kami pada kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional TK.II Angkatan VIII Tahun 2020. Geser 1000 akan menyasar siswa yang tidak mampu dan siswa yg berprestasi di tingkat SD, SMP dan SMA/SMK se Kabupaten Konawe,” ungkap Suriyadi.
Mantan Sekretaris Dikbud Konawe ini menuturkan, dalam 2 bulan, target dari adanya Program Inovasi GESER , insya allah ia akan membantu 100 orang siswa bahkan 200 siswa yang tidak mampu dan siswa berprestasi dengan kriteria penerimanyaa berdasarkan indikator yg telah ditetapak oleh tim pengelola GESER 1000.
“Adanya GESER ini dapat membantu dan meringankan beban bagi siswa yang kurang mampu dan berprestasi, baik sektor akademik dan non akademik. Donasi ini terkumpul dari keikhlasan para siswa yang boleh dikatakan mampu dari segi ekonomi. Bahkan bantuan itu datang juga dari masyarakat hingga perbankan yang turut mendukung program ini,” bebernya.
Sementara itu, Sekda Konawe Ferdinand Sapan menjelaskan, dengan uang Rp 1000 ini motivasinya adalah bagaimana membantu anak sekolah yang punya keterbatasan dari sisi ekonomi orang tuanya. Dirinya berharap akuntan bilitasnya ini terjaga karna melibatkan perbankkan di dalam mengontrol keuangannya.
“Dengan harapan kita ini berlanjut dan seperti yang saya sampaikan tadi bukan cuman muridnya, tetapi kedey dengan gurunya supaya ada keunggulan komparatif yang bisa di tunjukan dari tujuan itu,” jelasnya.
Dia berharap, dengan adanya program ini bukan cuman sekedar membantu tetapi bagaimana di antara mereka itu punya keunggulan sehingga kesempatan bagi anak-anak tidak mampu punya peluang yang sama.
“Insya Allah bulan depan kita akan turun di kecamatan kecamatan untuk mensosialisasikan program GESER ini kepada seluruh masyarakat supaya ini bisa lebih maksimal,” lanjutnya.
Menurutnya, apabila hanya di bantu tetapi tidak di dorong berdasarkan kemampuannya, kata dia sulit untuk sekedar menyemangatkan saja, karena ini tergantung kebutuhan dan tujuannya adalah membantu siswa yang tidak mampu.
“Bisa jadi mungkin di belikan baju, di belikan alat tulis, mungkin menabung setelah dapat di sisihkan. Jika ada selisihnya tapi jika tidak ada selisihnya susah juga untuk menabung. Kan akhirnya tidak bisa memaksimalkan itu karena banyak yang di bantu,” pungkas Jenderal Aparatur Sipil Negara (ASN) ini.
Penulis : Ridwan




















