TERBITSULTRA.ID, KONAWE – Malam di Desa Kasukia, Kecamatan Wonggeduku Barat, tak hanya diisi lantunan ayat suci. Di Masjid Al-Amin, Senin, 23 Februari 2026, Kapolsek Wonggeduku IPTU Mustamin, SH., MH memadukan pesan spiritual dan keamanan dalam agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah.
Tepat pukul 19.30 Wita, Mustamin tiba dan langsung membaur bersama jamaah. Ia mengikuti salat Isya berjamaah yang dirangkaikan dengan tarawih. Tak ada sekat antara aparat dan warga. Di saf yang sama, mereka berdiri dan bersujud.
Usai salat, Mustamin mengambil tempat di depan mimbar. Dalam ceramah bertajuk Mengendalikan Hawa Nafsu Selama Berpuasa di Bulan Suci Ramadan, ia mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menahan amarah, ego, dan dorongan yang bisa merusak persaudaraan.
“Ramadan adalah momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah. Bersihkan hati, tingkatkan ketakwaan, perbanyak sedekah, dan berlomba-lomba dalam kebaikan fastabiqul khairat,” ujarnya di hadapan jamaah.
Namun pesan malam itu tak berhenti pada dimensi ibadah. Mustamin juga menyinggung persoalan yang kerap muncul saban Ramadan, balap liar dan penggunaan knalpot brong oleh remaja.
Ia meminta para orang tua lebih tegas mengawasi anak-anak mereka.
“Jangan izinkan anak mengendarai kendaraan dengan knalpot brong atau ikut balapan liar. Selain mengganggu ketertiban, itu membahayakan diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Bagi Mustamin, menjaga keamanan lingkungan adalah bagian dari ibadah sosial. Ramadan, menurut dia, semestinya menjadi bulan memperbanyak kebaikan, bukan ajang unjuk kecepatan di jalanan.
Kegiatan Safari Ramadan itu berakhir sekitar pukul 20.40 Wita.
Situasi terpantau aman dan kondusif. Warga satu per satu meninggalkan masjid, sementara pesan tentang menahan hawa nafsu di jalan maupun dalam kehidupan masih terngiang di udara malam Wonggeduku.





















