TerbitSultra.id_KONAWE – Perusahaan pemurnian nikel PT Virtue Dragon Nikel Industry (VDNI) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe juga nampak serius dalam mengatasi kebutuhan pendidikan.
Tahun ini perusahaan raksasa itu berencana akan membangun Politeknik Industri dalam waktu dekat. Universitas tersebut akan berada di dalam Kawasan Industri Morosi, Konawe.
Politeknik tersebut akan dinamakan Virtue Dragon Institute of Technology dan akan dimulai proses pembangunannya pada tahun 2021 ini.
Juru Bicara PT VDNI dan OSS Dyah Fadhilat mengungkapkan, Proses pembangunan gedung Politeknik tersebut saat ini sudah berjalan dan sedang dalam tahap seleksi vendor. Diperkirakan sebelum tahun ajaran baru 2021, pengerjaannya sudah selesai dan siap untuk beroperasi.
Untuk tahap awal, Politeknik ini akan diprioritaskan warga lokal, karena diharapkan dapat menyerap siswa-siswi SMA/SMK yang baru lulus dari sekolah terdekat dengan Kawasan Industri Morosi, terutama yg berdekatan dengan area pabrik smelter untuk bisa praktek kerja. Meskipun demikian, ke depannya penerimaan siswa akan dibuka untuk umum sehingga bisa menyerap siswa dari wilayah lainnya.
Setelah proses pembangunan selesai, lanjut Dyah, PT VDNI akan segera memulai penerimaan mahasiswa gelombang pertama yang diperkirakan berlangsung pada bulan Mei. Beberapa jurusan yang dibuka adalah D3 untuk Metalurgi, Teknik Mesin, dan Teknik Listrik PLTU.
“Untuk gelombang pertama nanti, kuota yang akan diterima sejumlah 320 orang,” ungkapnya.
Organisasi politeknik itu merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah, swasta, dan perguruan tinggi. Hingga saat ini, perusahaan telah menjajaki kerjasama dengan beberapa kampus dalam negeri untuk menyusun materi pembelajaran, rekrutmen, program magang. Perguruan tinggi tersebut diantaranya Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dan Universitas Sebelas November (USN) Kolaka.
Sebelumnya, Tim Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI berkunjung ke Sulawesi Tenggara pada bulan lalu. Tim yang dipimpin Penasihat Khusus Menko Marves Bidang Informasi dan Teknologi Prof. Yohanes Surya, Ph.D tersebut menggelar rapat koordinasi (Rakor) dalam rangka Persiapan SDM dan Pendirian Politeknik Pendukung Industri di Provinsi Sulawesi Tenggara di Kantor Bupati Konawe, Selasa (29/12/20).
Pria yang juga pembimbing Tim Olimpiade Fisika Indonesia/TOFI ini berharap Politeknik Industri bertaraf Internasional ini nantinya dapat menjadi wadah masyarakat dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia di sekitar Kawasan Industri Morosi khususnya dan Sulawesi Tenggara pada umumnya.
Prof Yohanes Surya berharap, masuknya pimpinan daerah dalam struktur di Politeknik tersebut bisa membuat sinergi antara kampus, perusahaan dan pemerintah. Dengan demikian, bisa menyinkronkan program-program yang ada di Politeknik denga program pemerintah.
Yohanes juga menerangkan, politeknik yang akan dibangun itu nantinya berskala internasional. Mereka yang menempuh pendidikan di situ nantinya akan menjadi SDM yang siap pakai di perusahaan, khususnya VDNI dan OSS.
“Kita sangat berharap, warga lokal kita bisa berdaya saing dengan hadirnya politeknik ini,” harapnya.
Terkait kondisi ekonomi Konawe saat ini, Yohanes juga mengungkapkan, berdasarkan pengamatan kementeriannya, investasi di Konawe tumbuh begitu subur. Sumber daya alamnya yang melimpah, didukung iklim investasi yang nyaman. Hal itu yang membuat banyak investor tertarik menanamkan modal di Konawe.
“Imbasnya, tentu pada tingkat pertumbuhan ekonomi di Konawe bisa menyentuh angka 9,20 persen pada tahun 2019 kemarin. Angka yang sangat baik dibanding dengan angka pertumbuhan ekonomi daerah lainnya,” ujarnya.
Penulis: Ridwan





















