TerbitSultra.id_KONAWE – Menanggapi munculnya pemberitaan disalah satu media, warga Pondindaha meminta bantuan Fogging nyamuk Demam Berdarah (DBD) kepada tim ASR yang didasari adanya korban, Harsan Kades Wowalahombuti, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, angkat bicara.
Ia mengatakan pemberitaan tersebut bisa dibilang hoax, pasalnya warga atau Pemdes secara langsung tidak perna meminta bantuan Fogging DBD kepada siapa saja apa lagi kepada tim ASR. Ia juga menafik jika di wilayahnya itu ada salah seorang warga yang menjadi korban DBD.
“Sejak saya menjabat tidak pernah ada warga yang mengelu atau sakit karena DBD itu namanya mengada ngada, apa lagi mau minta, kalau mau minta pasti di Puskesmas Pondidaha sesuai jalur bukan sm tim ASR,” ungkap Harsan Kades Wowalahombuti saat ditemui di kediamannya Kamis (17/6/2021).
Awalnya kata Harsan, sepulangnya usai beraktifitas jumat 11 Juni 2021 sekitar pukul 04.00 sore, tim ASR sudah berada di kediamannya, lalu meminta untuk melakukan kegiatan Fogging DBD dengan alasan baksosĀ pihaknya mengiyakan, pikirannya kegiatan tersebut menguntungkan warga dalam pencegahan DBD.
“Mereka datang saja saya tidak tau, nanti sampai di ruma baru saya ketemu, namaku saja ditulis dalam berita sala. Kalau ucapan terimakasi setelah fogging memang benar tapi minta datang itu tidak benar,” jelasnya.
Kepala Pukskesmas (Kapus) Pondidaha Esti Saranani, sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang sangat keliru mengenai DBD, sebab sejak dirinya bertugas sebagai Kapus hingga saat ini belum ada laporan atau ditemukannya masyarakat di Kec.Pondidaha yang terjangkit penyakit DBD.
Esti menjelaskan, ketika ditemukan gejala kepada salah satu warga saat mengeluh demam tenaga medis puskesmas akan memberikan pengobatan selama kurang lebih tiga hari. Jika tidak ada perubahan pasien di arahkan untuk periksa Lab guna memastikan apakah pasien tersebut benar terjangkit DBD atau Malaria.
“Kalau benar terjangkit pihak puskesmas akan koordinasi dengan Pemdes, melakukan survei lokasi hingga menyampaikan ke dinas kesehatan untuk melakukan fogging,” tutupnya.
Diketahui, ASR adalah singkatan dari Aku Sabahat Rakyak dibawah binaan Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.
Laporan: Ridwan





















