TerbitSultra.id: KONAWE – Setelah dipertemukan oleh Bupati Konawe, Kery Saipul Konggoasa, Buntut persoalan antara managemen PT.Virtu Dragon Nickel Industry dan masyarakat tiga Desa di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, yakni Desa Besu, Mendikonu dan Wonua Morini, akhirnya menemukan titik temu.

Mediasi tersebut berlangsung di kediaman Bupati Konawe, Desa Wonua Monapa, Rabu (17/6/2020). Dihadiri oleh Kapolres Konawe, Komandan Penghubung (Pabung), Camat Morosi, masing-masing Kades dari tiga Desa dan koordinator lapangan masa aksi serta empat orang rekannya.
Dalam pertemuan ini, Bupati Konawe, berkesimpulan bakal membantu merekomendasikan perwakilan tiga orang masing-masing desa untuk diterima dan ditempatkan dibidang humas pada perusahaan PT.VDNI dan PT.OSS.

“Kesimpulan ini telah diterima oleh perwakilan dari pengunjuk rasa, mereka juga suda menyetujuinya, bahwasannya sembilan orang ini, masing-masing tiga dari tiap desa akan di rekomendasikan oleh Bupati untuk menjadi humas,” ujar Kapolres Konawe, AKBP. yudi Kritianto.
Yudi menambahkan, setelah pertemuan berakhir, masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bersatu, bakal membuka blokade jalan di pertigaan Desa Besu, sehingga tidak ada lagi kendaraan perusahaan yang tertahan dan arus lalulintas kembali normal sperti biasanya.

“Setelah adanya kesepakatan antara masyarakat tiga desa ini dan perusahaan PT.VDNI serta PT.OSS, anggota yang melalukan pengamanan langsung saya kerahkan untuk segera membuka blokade jalan, agar tidak terjadi kemacetan,” tutupnya.
Untuk diketahui, masyarakat tiga desa menggelar aksi unjuk rasa karena keinginannya tidak dipenuhi saat pertemuan awal oleh managemen perusahaan PT.VDNI, sehingga memblokade pertigaan jalan di Desa Besu, Kec.Morosi.
Karya:Ridwan





















