TERBITSULTRA.ID, KONAWE — Dunia pendidikan di Kabupaten Konawe mendadak diguncang isu dugaan perselingkuhan yang menyeret dua oknum guru di salah satu SMA Negeri. Pihak sekolah pun bergerak cepat dengan menggelar rapat internal darurat pada, Kamis (21/5/2026). Guna menyikapi polemik yang kini jadi sorotan publik.
Rapat yang berlangsung di ruang guru sejak pukul 09.00 hingga 10.30 WITA itu dipimpin langsung kepala sekolah berinisial S dan dihadiri sekitar 26 guru serta staf sekolah. Suasana rapat disebut berlangsung tegang lantaran membahas dugaan hubungan terlarang yang melibatkan dua tenaga pendidik berinisial IS dan WA.
Dari hasil rapat tersebut, pihak sekolah memutuskan menonaktifkan sementara IS dan WA dari seluruh tugas, tanggung jawab, hingga jabatan tambahan mereka di lingkungan sekolah.
Tak hanya itu, sejumlah posisi penting yang sebelumnya dipegang keduanya langsung dialihkan demi menjaga stabilitas kegiatan belajar mengajar. Jabatan Bendahara BOS, Pembina OSIS, hingga Pembina PMR kini resmi diisi oleh pihak lain.
Langkah cepat itu diambil setelah mencuat laporan seorang perempuan bernama Astriani ke Polres Konawe terkait dugaan perselingkuhan suaminya, IS, dengan WA yang juga merupakan rekan kerjanya di sekolah.
Astriani mengaku memergoki keduanya berada di sebuah rumah di salah satu desa di Kecamatan Lambuya pada Senin malam (18/5/2026). Ia menyebut kecurigaannya sebenarnya telah muncul sejak lama.
“Saya sudah lama curiga karena mereka terlalu sering berkomunikasi. Pernah juga menemukan chat yang menurut saya tidak wajar,” ungkap Astriani kepada wartawan.
Kecurigaan itu memuncak ketika ia melihat motor WA terparkir di lokasi yang didatangi malam itu.
“Saya tunggu cukup lama karena merasa ada yang tidak biasa,” katanya.
Kasus ini kini tengah ditangani Polres Konawe dan masih dalam proses penyelidikan. Hingga berita ini diterbitkan, baik IS maupun WA belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut.
Isu ini pun sontak menjadi perbincangan hangat masyarakat Konawe dan memicu sorotan terhadap etika tenaga pendidik di lingkungan sekolah.





















