KONAWE, TERBITSULTRA.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Kegiatan Advokasi Optimalisasi Peran Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPKS) jenjang SMP pada Senin hingga Selasa, 15–16 Desember 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Konawe itu diikuti 50 peserta dari kelompok kerja satuan pendidikan SMP.
Advokasi ini menghadirkan dua narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara, yakni Riya Ld. Makruf Tonda, S.Pd., M.Pd. dan Basir Sarulah, M.Pd.

Materi yang disampaikan menitikberatkan pada penguatan peran dan fungsi Satgas PPKS dalam mencegah serta menangani berbagai bentuk kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk intervensi Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai tindak lanjut atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.

Dalam regulasi itu, pemerintah daerah memiliki kewajiban melakukan pemantauan terhadap upaya penanggulangan tindak kekerasan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan agar berjalan proporsional dan berkeadilan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Konawe, Dr.Suriyadi,S.Pd,M.Pd,SH melalui Kepala Seksi Kurikulum Risaldin,S.Pd,M.Pd berharap melalui kegiatan ini, guru dan kepala sekolah dapat memahami secara komprehensif mekanisme pencegahan serta penanganan kekerasan di sekolah, baik yang melibatkan siswa dengan siswa, siswa dengan guru, guru dengan guru, maupun antara guru dan orang tua siswa, sesuai prosedur yang telah ditetapkan pemerintah.
“Dikbud Konawe menekankan pentingnya dukungan anggaran di tingkat satuan pendidikan sehingga berharap sekolah dapat mengalokasikan dana BOSP untuk mendukung optimalisasi peran Satgas PPKKS di satuan pendidikan dasar dan menengah,” ungkapnya.
Melalui advokasi ini, Dikbud Konawe menargetkan terwujudnya lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Laporan : Redaksi





















