KONAWE, TERBITSULTRA.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar sosialisasi peningkatan kualitas layanan pendidikan dengan menekankan pentingnya inklusivitas dan kebhinekaan di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah Kabupaten Konawe untuk mencegah praktik diskriminasi di satuan pendidikan, mulai dari faktor ekonomi, gender, fisik, hingga perbedaan agama, suku, dan budaya.
Sosialisasi berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa, 8–9 Desember 2025, bertempat di Aula SD Negeri 1 Unaaha. Kegiatan dihadiri sebanyak 50 guru dari satuan pendidikan jenjang SMP se-Kabupaten Konawe mengikuti kegiatan tersebut.

Dua widyaiswara dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara dihadirkan sebagai narasumber, yakni Riya Ld. Makruf Tonda, S.Pd., M.Pd. dan Muh. Nurung, S.Pd., M.Pd. Keduanya membekali peserta dengan pemahaman konseptual sekaligus praktik penerapan pendidikan inklusif dan nilai-nilai kebhinekaan di sekolah.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran tenaga pendidik terhadap hak dan kewajiban peserta didik serta satuan pendidikan. Fokus utamanya adalah membangun ekosistem sekolah yang adil, ramah, dan bebas diskriminasi, terutama terhadap peserta didik dari latar belakang ekonomi lemah, perbedaan gender, keterbatasan fisik, serta keragaman agama dan budaya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe, Dr.Suriyadi,S.Pd,M.Pd,SH melalui Kepala Seksi Kurikulum Risaldin,S.Pd, M.Pd menegaskan, bahwa pendidikan tidak boleh menjadi ruang reproduksi ketimpangan sosial. Ia berharap, setelah mengikuti sosialisasi ini, para guru mampu menerapkan prinsip inklusivitas dan kebhinekaan secara nyata di sekolah masing-masing.
“Sekolah harus menjadi ruang aman bagi semua peserta didik tanpa kecuali. Tidak boleh ada diskriminasi karena perbedaan latar belakang apa pun,” ujarnya.
Senada dengan itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Irmawansah, S.Pd., M.Pd., melalui Kasi Kurikulum Risaldin menambahkan, Dikbud Kab.Konawe mendorong sekolah-sekolah agar mengalokasikan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) untuk mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan yang inklusif. Menurut Risaldin, pemahaman kebhinekaan sejak dini sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Inklusivitas dan kebhinekaan bukan hanya isu pendidikan, tetapi juga fondasi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Konawe menegaskan komitmennya menjadikan sekolah sebagai ruang pembelajaran yang setara, berkeadilan, dan menghargai keberagaman.
Laporan : Redaksi





















